Pelatih asal Austria Alfred Riedl resmi ditunjuk oleh PSSI menggantikan peran Benny Dolo sebagai pelatih timnas sepak bola Indonesia. Alfred Riedl adalah seorang pelatih sepakbola dan mantan penyerang asal Australia. Sejak April 2010, ia resmi dikontrak oleh PSSI selama 2 tahun untuk bertugas sebagai pelatih timnas sepak bola Indonesia. Tangan dingin Riedl tampaknya sudah mulai kelihatan saat melakukan beberapa uji coba dan sempat membuahkan hasil ketika Timnas Indonesia menghajar Malaysia 5 – 1 dan menggunduli Laos 6 – 0. Namun sebelumnya PSSI sempat mengevaluasi hasil kerjanya dan masih diragukan.
Mantan pelatih timnas Laos itu akan diberikan kepercayaan penuh oleh PSSI menangani dua timnas sekaligus yaitu timnas senior dan U-23. Sebelumnya ada dua pelatih yang memiliki peluang untuk menjadi pelatih timnas. Namun pelatih yang direkomendasikan oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) akan diplot sebagai Direktur Teknik. Sebelumnya pelatih yang direkomendasikan oleh KNVB adalah Ruud Kroll. Pelatih itu sebelumnya telah melatih dibeberapa klub di Afrika termasuk Mesir. Selain telah menangani beberapa klub, kata dia, Ruud Kroll selama karir bermainnya pernah masuk timnas Belanda dalam beberapa pertandingan internasional. Target yang dibebankan pada pelatih baru adalah sukses pada SEA Games tahun depan.
Tahap awal tugas yang harus diemban oleh pelatih asal Austria itu adalah menyiapkan timnas yang diproyeksikan pada babak penyisihan Piala Dunia 2014. Khusus untuk peran Ruud Kroll hingga saat ini pihak PSSI masih mengkoordinasikan dengan KNVB. Karena terjadi pergeseran tugas dari pelatih menjadi Direktur Teknik. Kalau Kroll bersedia jadi Direktur Teknik, masalah sudah tidak ada lagi. Tapi kalau nanti dia tidak bersedia, kami akan meminta KNVB mencari penggantinya yang mau jadi Direktur Teknik.
Riedl sebenarnya sudah menyambangi Indonesia pada awal Maret lalu. Pelatih kelahiran Vienna, Austria, 2 November 1949 itu diawarkan take home pay senilai 12 ribu dolar AS atau Rp 114,9 juta per bulannya. Riedl juga mengatakan akan mengangkat Wolfgang Pikal sebagai asistennya. Pikal yang juga berasal dari Austria ini sempat menjadi calon pelatih Persitara Jakarta Utara di Liga Super Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengaku belum menemukan kelemahan timnya. Menurut pelatih asal Austria itu, kelemahan tim “Merah Putih” baru akan terlihat jika mereka sudah melakoni laga uji coba melawan Filipina, 16 November mendatang. Di bawah asuhan Riedl, timnas telah melalui dua laga uji coba resmi melawan Uruguay (kalah 1-7) dan Maladewa (menang 3-0). Dari dua pertandingan itu, faktor stamina menjadi kelemahan utama. Di pelatnas kali ini, kelemahan itu coba diatasi dengan gencarnya latihan fisik bagi Bambang Pamungkas dan kawan-kawan. Kini, Riedl coba cari lagi kelemahan baru timnya jelang Piala AFF 2010, Desember mendatang. “Saya belum lihat ada kelemahan. Kami harus main dulu di laga uji coba, baru semuanya akan terlihat,” kata Riedl. “Yang jelas, saya bahagia dengan perkembangan tim ini. Semua pemain yang ada di sini telah menunjukkan komitmennya dan saya senang,” ujarnya.
Andi Tidak Suka Adat Riedl
Manajer Timnas, Andi Darussalam Tabusala tidak tampak di bench pemain saat laga persahabatan kontra Maladewa, Selasa 12 Oktober lalu. Aksi ini merupakan buntut kekesalan Andi terhadap Pelatih Timnas Alfred Riedl. Andi mengatakan kekesalannya dicipicu sikap arogan Riedl saat memimpin briefing jelang laga lawan Maladewa. Saat itu, Riedl telah mengusir salah seorang anak buahnya dengan tidak sopan. “Ada hal-hal yang Riedl tidak mengerti mengenai adat istiadat melayu. Bukan hanya harus tahu, dia juga harus tahu kebiasaan orang-orang Eropa di sini,” kata Andi kepada wartawan di PSSI, Rabu, 13 Oktober 2010. “Dia yang mau datang ke sini karena cari makan,” tegas Andi. Ada beberapa sikap Riedl yang menurut Andi berlebihan. Salah satunya adalah perkataan yang tidak layak dilontarkan kepada seseorang seperti ‘Orang itu harus pergi, tidak boleh ada di sini’. “Perkataan seperti itu bukan adat kita,” ujar Andi. “Saya rasa Riedl harus tahu adat. Saya sudah bicara dengan (Ketua BTN) Pak Iman Arif terkait masalah ini. Saya orangnya terbuka. Kalau tidak suka, saya bilang tidak suka. Daripada berbicara di belakang,” pungkas Andi.
Diragukan PSSI
Belum genap lima bulan Alfred Riedl menangani timnas Indonesia, tapi kabar tak sedap seputar pergantian dirinya mulai berembus. Terlebih setelah Indonesia kalah 1-7 melawan Uruguay dan salah paham pelatih asal Austria tersebut dengan manajer tim Andi Darussalam sebelum menang 3-0 atas Maladewa. PSSI memastikan mantan pelatih Laos tersebut masih tetap memimpin Indonesia hingga Piala AFF. Rencananya PSSI akan bertemu dengan Alfred Riedl, Senin 25 Oktober 2010. “Evaluasi itu dinamis dan tidak identik dengan pergantian seseorang. Pertemuan nanti akan membahas kemajuan dari timnas selama ditanganinya,” ujar Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI.
“Posisinya hingga saat ini masih tetap sebagai pelatih timnas. Kemungkinan akan terus. Untuk pastinya, termasuk target yang akan dibebankan ke dia baru bisa dikemukakan setelah pertemuan,” kata Nugraha Besoes, Sekjen PSSI. Badan Tim Nasional (BTN), yang memiliki wewenang terhadap urusan pelatih, berharap evaluasi yang akan dilakukan harus objektif, sesuai dengan parameter dan penilaian yang jelas. BTN menilai kontrak dua tahun yang dimiliki Alfred Riedl baru bisa dievaluasi ketika sudah berjalan satu tahun. Efektivitas juga dipertanyakan dengan mengganti seseorang pelatih yang baru 2-3 bulan bekerja. “Apakah ada jaminan pelatih yang baru bisa memberi prestasi mengingat Piala AFF sudah dekat? Selain itu, apakah PSSI siap membayar sisa kontrak yang dua tahun jika memutus kontraknya? Minimal sebelum atau sesudah Sea Games sebaiknya beru dilakukan evaluasi, kata Iman Arif, Ketua BTN.
Karier Pemain
Karier Klub
Alfred Riedl mengawali karier sebagai pemain sepak bola di klub lokal Austria yaitu FK Austria Wien dan kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan Austria untuk bermain di klub Belgia Sint-Truiden pada usia ke 22 tahun. Setelah itu ia bermain selama 8 musim dalam Jupiler League (2 musim dengan Sint-Truiden, 2 musim dengan Royal Antwerp dan 4 musim bersama Standard Liège), kemudian Riedl sempat menikmati bermain untuk FC Metz di Perancis. Dia kembali ke Austria setelah setengah musim untuk bermain di Grazer AK dan kemudian bermain untuk Wiener Sportclub dan VfB Admira Wacker Mödling. Dia menyelesaikan musim dengan gemilang setelah meraih dua kali gelar sebagai pencetak gol terbanyak di Jupiler League.Karier Internasional
Alfred Riedl telah 4 kali bermain untuk Timnas Austria, dan membuat debutnya pada bulan April 1975 melawan Timnas Hungaria.Karier Kepelatihan
- Pelatih Klub Karier kepelatihan Riedl di klub diawali dengan melatih klub asal Maroko yaitu Olympique Khouribga pada tahun 1993-1994, setelah itu ia melatih klub asal Mesir Al-Zamalek tahun 1994-1995, kemudian Al Salmiya klub asal Kuwait, tahun 2001-03.
- Pelatih Tim Nasional Riedl mengawali karier sebagai pelatih ketika ia ditunjuk untuk menangani Austria pada tahun 1990-1992 , lalu Liechtenstein tahun 1997-1998, Palestina tahun 2004-05, Vietnam tahun (1998-2001, 2003-04, 2005-2007), dan Laos (2009). Pada Piala Asia AFC 2007, ketika ia melatih Vietnam dan mengantarkan kemenangan 2-0 atas UEA dan membantu tim Vietnam untuk bisa lolos sampai ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu. Sayangnya, pada akhir tahun 2007, setelah kinerjanya dianggap buruk pada ajang SEA Games 2007, dia pun dipecat dan digantikan oleh pelatih Henrique Calisto dari Portugal. Pada Oktober 2008, ia kembali ke Vietnam sebagai pelatih klub Xi Mang Hai Phong FC. Namun ia hanya bertahan 3 pertandingan saja karena kinerja yang dianggap buruk, dia pun diberhentikan. Pada tanggal 9 Juli 2009, ia menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Laos, kontrak berjalan dua tahun. Pada tanggal 4 Mei 2010, Ketika dalam perjalanan ke Austria Alfred Riedl dihubungi dan kemudian ditunjuk sebagai pelatih baru dari Timnas Indonesia untuk melatih tim senior dan tim U-23. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengatakan melalui website mereka pada hari Selasa, bahwa Riedl akan resmi memulai pekerjaan barunya pada akhir pekan ini.
Prtestasi Sebagai Pemain
Gelar Klub
- Austrian Football Bundesliga
- 1969, 1970
- Austrian Cup
- 1971, 1981
Gelar pribadi
- Austrian Bundesliga Top Goalscorer
- 1972
- Jupiler League top scorer
- 1973, 1975